Pages

Showing posts with label opini otak. Show all posts
Showing posts with label opini otak. Show all posts

Wednesday, 11 November 2015

ngobrol pagi yang maha Asyik







Selamat pagi. Hmm, yang paling enak apa saat kita baru bangun dari lelapnya tidur ? wih beragam. Sholat bagi yang beragama muslim, olahraga bagi yang perutnya berlemak. Ada yang melakukan ritus maha-asyik yakni bercengkrama dengan toilet. Dan yang terakhir dan tampaknya jadi hal wajib yang tak dapat ditinggalken, scrolling hape. Cek ina inu. Ting.. ting… tingtong. Bbm, Line, watsap dan aplikasi chatting sak bajaklaut-eh kerat- lainnya di cek satu-satu. Ada yang meneruskan chating temennya yang tak sempat terbalas karena tertidur, ada yang liat poto-poto my trip-my trip-an temennya ke suatu tempat. Uasyik. Bebas. merdeka !! sak penak mu. Juga sak penak saya. gluntang gluntung nggak jelas di kasur. Ke kanan, ke kiri. Kalau istilah anak hitz jaman sekarang, Mager namanya.  Tapi sak-penak-an nya saya saat scrolling Line. Ada yang ngganjel dikit di mata, iya bukan karena kelilipan, tapi postingan temen maya line saya yang cukup sayang dilewatkan. Kalau kata iklan nya le minerale, kayak ada manis-manisnya gitu. Mungkin yang ngeshare juga ada manis-manisnya juga saya ndak tau. Tapi daripada postingan ini terkesan menjurus nggak jelas maka saya perkenalkan temen baru saya itu. Ia, sebut saja namanya mbak sovi, seorang mahasiswi yang dilihat dari postingannya berasal dari fakultas kedokteran sebuah univ besar di jember. Tapi ndak juga sih, lha wong ia juga posting mengenai makanan yang menurut saya baru di jember, pizza goreng. Hmm yummy. Ntah seperti apa rasanya, tapi nanti bolehlah saya ditraktir :p. lha trus yang bener ia yang mana ? ya cobak yang Tanya gitu langsung aja kenalan. hehe

Mbak sovi ini dalam akun line nya menge-share mengenai sebuah paham yang bernama feminism. Sebuah paham yang berkembang pesat sebagai akibat adanya dogmatik gereja tahun 1600-an. Zaman saat itu juga di kenal sebagai zaman kegelapan oleh orang-orang eropa. Gereja saat itu menganggap perempuan sebagai makhluk kelas dua yang menjadi penyebab timbulnya dosa-dosa besar pada dunia. Ibu dari segala dosa. Jadi, perempuan saat itu dianggap “kotor”. Maka para agamawan gereja saat itu mengeluarkan semacam aturan yang melarang seorang laki-laki untuk menikah. Karena dianggap hal tersebut akan ngerusak kesucian nya sebagai seorang manusia.  bahkan Thomas Aquinas dalam bukunya Summa theologia antara tahun 1266 dan 1272 juga sepakat dengan aristoteles bahwa perempuan adalah laki-laki yang cacat (defect male). menuju abad pencerahan yakni abad 17, muncullah beberapa tokoh-tokoh perempuan yang menentang hal ini dan  menuntut adanya kesetaraan dengan laki-laki. Susan B. Anthony dan Elizabeth cady staton adalah tokohnya. Lalu muncullah gerakan feminis liberal. Dan... bla.. blaa blaaa… cerita selanjutnya bisa dicari sendiri di mbah segala mbah yang ada di dunia. saya ndak mau njelasin. nanti dikira saya menggurui. padahal kuliah masih aja titip absen. jadi mbalek lagi, Singkatnya  inilah cikal bakal adanya feminism yang berkembang di eropa.

Hmm saya yang polos dan ndak tau apa-apa tentang ini jadi gatal untuk nggak bertanya. macam anak kecil yang ndak bisa diam. saya baca ulang lebih teliti postingan mbak sovi.  Dan ternyata, feminism ini ada hubungan nya dengan budaya patriaki gitu di masyrakat. Lelaki yang memegang kendali utama kepemimpinan, mendominasi semua jabatan dan aspek yang lebih tinggi dari kaum lainnya. Dan di Indonesia, kebanyakan adat-adat seperti jawa, bali dan lainnya memegang erat budaya itu. kok bisa yaa ?  Nah disini mbak sovi dengan senyum-senyum manisnya mau menjawab pertanyaan cengil dan kok bisa-kok bisa dari saya. Jadi daripada saya jelasin satu persatu gimana jawaban nya, enak share aja screenshoot saya dan dia. Yak cekibrott.. (klik gambar biar gede)


SS 1

SS 2

SS 3

ada sedikit bribik-bribik saya disana, ehehe. lanjutkan...


SS 4

SS 5

SS 6

SS 7 

SS 8

SS 9

SS 10

SS 11

udah cukup. saya mau mandi. mau kuliah, kalau masih penasaran saya kasih bonus id Line nya, hehehe

Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Sunday, 31 May 2015

Ngopi dan kawan-kawannya

Berawal dari sebuah project kecil-kecilan seorang kawan saya yang kebetulan tampak nganggur. Dengan keseharian nya yang selalu bermalam di pondok kecil nan kumal  (-yang parahnya adalah tempat saya menemukan titik balik hidup selama 21 tahun ini, oh shit, love you-), sebuah project tulisan maha biasa ini akhirnya ditulis juga. Dikatakan biasa karena tak akan merubah apapun, tak merubah nilai kuliah juga, tak merubah pandangan saya tentang kuliah menjemukan yang hanya hafalan saja, tak merubah apa-apa kecuali psikis saya yang sudah lama tak menulis dan mecoba merangkai kata demi kata lagi lewat tulisan ini. Menyelami setiap kata yang keluar dari otak dan menerjemahkan nya lewat tuts-tuts keyboard.

 Saya siap. 

Lalu dengan santai sambil memegang rokok, ia berkata kepada saya, 

“NGOPI.. kuwi cobak tulisen mblo”

Ngopi ? otak saya berpikir. Apa yang bisa saya tulis dari kata yang bahkan tak ada di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) ini ? hmm..

“rodok ngawur sisan temamu, Jek” balasku. 

Sambil tersenyum simpul, ia membiarkan ku terlelap dalam alam pikir. Ia begitu menikmati kerut-kerut yang timbul di dahiku, menikmati gerak bola mataku ke atas bawah, yang menandakan aku sedang berpikir. 

“uwes ora usah dipikir ruwet, dipikir nyantai ae, apa yang kamu pahami dari kata ngopi, ngunu wae”

“ngopi ya ? hmm berarti guduk Kopi ne yo seng arep ditulis ?” tanyaku cepat.

“Terserah….sepemahamanmu mengenai aktivitas yang dilakukan orang saat minum cairan ireng iki” tandasnya sembari menyeruput kopi yang sudah dingin dari sejam yang lalu. 

“Oke.. tak cobak’e”
---

Ngopi, sebagai sebuah kegiatan memiliki banyak arti yang berbeda ketika disangkut paut kan dengan variable lainnya. Yang dimaksud dengan variable disini adalah tendensi atau tujuan orang yang akan melakukan kegiatan ngopi itu sendiri. 
Dalam cerita raja-raja, entah raja siapapun, terdapat sebuah kegiatan yang sekarang ini dapat kita afiliasikan dengan kata ngopi. Contoh saja, ketika seorang raja menerima tamu dari negeri seberang nun jauh. Tak afdol jika rasanya sebagai tuan rumah menyediakan sebuah minuman yang murahan. Jika zaman romawi dulu, anggur dengan kualitas terbaik akan disajikan demi menghormati tamu raja. Selain itu, beragam makanan lain diberikan semata-mata agar tamu merasa senang dan tak lupa juga, kenyang. Baru setelah itu, perbincangan menjadi lebih intens dan berbau serius. Mungkin itu yang dilakukan oleh raja Romawi dan yunani untuk menakhlukan mesir. Merancang strategi perang dan politik untuk mengepung kota yang saat itu dipimpin oleh ratu cantiknya, Cleopatra. 
Ngopi ternyata memiliki padanan yang serasi dengan politik bukan ? Ahh mungkin bapak Jokowi  melakukan hal ini dengan berbagai utusan negara Asia-Afrika di bandung akhir April kemarin. Cheers pak!

Namun, bagaimana seandainya jika ngopi kita padu padankan dengan sebuah tatanan hidup yang hendak ditanamkan ke dalam pikiran kita ? tampaknya menarik ya. Bagaimana bisa ? mungkin bisa di jawab dengan hadirnya gerai-gerai minuman premium sekelas setarbaks. Seperti yang diketahui bahwa setarbaks adalah gerai minuman yang memiliki franchise besar dan tersebar di penjuru dunia. Beragam jenis olahan kopi disajikan disana. Vanilla latte, Moccachino, American coffe, Arabian coffe dan lainnya dapat kita list sebagai pilihan minuman. Dengan berbagai varian kopi, membuat orang penasaran dan ingin mencoba. Sudah menjadi sifat dasar manusia untuk mencoba hal-hal baru disekitar mereka hanya demi memuaskan rasa ingin tahu nya. Namun nyatanya, motivasi nya tak sebatas itu. dengan kemasan yang unik dan rasa kopi yang katanya kelas wahid, membuat orang ketagihan. “ini baru minuman berkelas” kata mereka. 

Tak pelak, kerumunan manusia pencinta kopi premium ini membentuk sebuah identitas baru di tengah masyarakat. Mereka dapat tahan berjam-jam untuk menikmati kopi mahal ini ditambah kursi empuk yang sengaja disiapkan. Tak ada yang salah sih. Karena menikmati kopi dengan cara apapun adalah kebanggan dan cara masing-masing orang. Tapi yang dapat menjadi masalah adalah ketika kegiatan ngopi mahal itu menciptakan klasifikasi baru yang akhirnya menggaet variable lainnya sebagai kawan. Ya, prestise namanya. Dengan adanya prestise, sebuah tatanan hidup baru telah tercipta. Prestise menciptakan perasaan bangga di diri kita. Menunjukan bahwa kita telah mencapai hal tersebut dan patut untuk diketahui semua orang.  Ngopi di gerai kopi premium menjadi penegas prestise dan menandakan kelas social tertentu seseorang.

Akan menjadi lebih rumit lagi ketika variable “sahabat” dari prestise, yakni teknologi dijadikan sebagai tanda resmi orang telah masuk ke dalam kelas social tersebut.  Instagram, twitter, facebook, Path dan aplikasi media social lainnya menjadi jembatan orang untuk memproklamirkan “gaya hidup” mereka kepada teman dunia mayanya. Ciri khas dari media social yang paling kentara adalah dapat langsung diketahui oleh semua orang dan dapat mempengaruhi orang untuk melakukan hal yang sama. Maka dari itu mengapa twitter menciptakan trending topics yakni Untuk melihat hal apa yang menjadi tren manusia saat ini.  

Belum bertemu dengan masalahnya ya ? sabar dulu. Mari kita intip sejenak kawan kita yang masih malu-malu bersembunyi. Dia adalah daya beli. 
Efek dari kawan yang menguplod foto atau postingan “sedang nyantai di setarbaks” adalah rasa penasaran –kalau tak boleh dibilang cemburu-. rasa ingin tahu yang menggebu-gebu namun daya beli yang pas-pasan membuat orang nekat. Apalagi iming-iming prestise, jadilah tanpa pikir panjang orang dengan daya beli pas-pasan akan mencoba menaiki “tangga” agar dapat selevel dengan kawan nya.  Minum kopi di setarbaks.  Amboi nian rasanya. Sekali-kali sih tak mengapa. Akan menjadi berbahaya ketika menjadi sebuah gaya hidup baru padahal untuk memenuhi  makan 4 sehat 5 sempurna dalam sehari pun tak mampu. 

--
Berbagai macam hal-hal yang berkaitan dengan ngopi dapat menjadi bahasan yang menarik ketika kita ngopi dalam arti harfiahnya. Tak hanya dilihat dari efek social budaya ekonomi, namun esensi ngopi sendiri yakni berdialog lepas santai tanpa terikat status apapun menjadi hal yang ditunggu-tunggu. kala melepas penat saat mengakhiri kegiatan sehari-hari dirasa waktu yang pas. Tak pandang bulu entah itu bupati, gubernur, pegawai kantoran biasa, eksekutif muda, tukang parkir, tukang becak atau siapapun, semua bebas untuk berbicara tanpa moderator. Membicarakan pekerjaan boleh-boleh saja, membicarakan bagaimana cara mengurus anak juga silahkan, atau bercanda menjurus agak kasar dan tak senonoh, tak ada yang melarang. Toh, anda bebas menginterpretasikan arti ngopi sendiri karena sebenarnya ngopi adalah sebuah kegiatan untuk  mengkultuskan tujuan. Entah sebaik atau seburuk apapun itu tujuan, ngopi memang perlu untuk diadakan. 



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Friday, 5 December 2014

nulis yok ?


(repro: google.com)


“Pokok nulis ae. Mboh bener mboh salah seng penting nulis.” Ujar temenku yang beberapa tahun lebih tua, namun tetep keliatan chic kalo dipandang. Ya setidaknya chic menurut pandangan sang pacarnya. Kalo bagiku ya biasa wae lah. Ya lelaki dan lelaki. Mana mau mengakui bahwa ada yang lebih terlihat oke  dari dirinya  dengan terbuka. Ya kecuali makhluk dengan orientasi sejenis. Mungkin akan bilang “cucok deh cyin. Lo bottom apa top ?”

Lah kok jadi percakapan homo.

--
Konon katanya menulis adalah sebuah rangkaian sistematis yang harus ditentukan mana awal dan akhirnya. Mana kalimat untuk pembuka dan mana untuk penutup. Mana yang bagus untuk lead tulisan berita, mana yang bagus untuk tulisan dongeng, cerpen, feature dan lainnya. Singkatnya, tulisan yang katanya sesimpel itu untuk mengungkapkan apa yang ndak bisa kita omongkan, atau bahasa kerennya mengabadikan omongan (kalo boleh pinjem omongan bung pram), telah berubah, bertransform, bermutasi, berkembang biak menjadi segala macam jenis yang punya sekat- sekat tak terlihat

 “tulisanmu ini cocoknya masuk feature, nggak cocok masuk berita utama. Cobak diubah lagi ya..”

Mau tidak mau,  tulisan memasuki era dimana ketika tidak sesuai ya berarti salah. Padahal kalo ditelisik lebih dalam, asal mula adanya tulisan adalah ketika manusia pra sejarah bingung untuk memberikan pesan kepada saudara atau kerabatnya ketika tidak bertemu. Ya memang sih, yang muncul pertama kali adalah simbol-simbol di gua. Tapi kan, tulisan akhirnya berkembang setelah itu. Menjadi sebuah simbol atau bahasa “panjang tangan” dari pesan/pikiran yang akan disampaikan kepada orang lain. Sudah, itu saja. Tidak lebih. Kurang tidak. Dilebihkan, iya.

Pada akhirnya menulis harus mengikuti sebuah patron yang jelas agar tulisan tersebut dapat diterima oleh masyarakat secara luas. Terdapat sebuah persetujuan universal bahwa tulisan yang baik adalah menurut standar ini dengan parameter itu. Kemudian parameter  beranak pinak dengan munculnya beberapa  buku pedoman penulisan seperti contoh  “ TATA CARA MENULIS KARYA ILMIAH”. Menulis, yang katanya  itu sama dengan ngomong harus diatur sedemikian rupa agar punya adat, tata cara, manner yang benar pula.

Hmm…

Lalu kalau semua mempunyai aturan yang jelas, lalu tulisan saya ini kira-kira masuk mana ya ?



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, 12 April 2014

Udin dan Sang Sosok : politik

"Sosok itu semakin lama semakin hilang dalam hati dan pikiran" ujar si Udin kepada sahabat karibnya. "Dan lagi-lagi aku harus berusaha tak menampakkan hal tersebut kepada teman-temanku yang lainnya bahwa aku sungguh kehilangan sosok panutan tersebut" tambahnya. mendengar ocehan tiba-tiba dari temannya, Yusril pun langsung menimpalinya dengan cepat, "Memangnya seberapa pentingnya sosok itu buat kamu din ?"

Udin terdiam sejenak. pikirannya mulai memasuki alam masa lalunya. ia teringat kembali  akan sosok panutannya yang baru saja akan hilang dari ingatannya. sosok tersebut memang membuat Udin banyak belajar arti menyikapi hidup. pernah disuatu masa, Udin dihadapkan tentang pilihan yang sulit terhadap suatu masalah. Udin tampak bersikeras bahwa semua akan baik-baik saja ketika masalah tersebut dibicarakan bersama-sama. namun sang sosok membentaknya dengan keras,

 "Kamu nggak mungkin bisa nyatuin semua pemikiran orang-orang karena setiap orang punya pikiran berbeda, Din!", hardik sang sosok

"Tapi, bukankah dalam suatu kelompok, permasalahan harus kita selesaikan dengan kata sepakat. bukankah di dalam Undang-undang dasar begitu ? kita menyelesaikan masalah dengan mufakat" "timpal Udin

"Memang benar setiap masalah harus kita selesaikan secara mufakat, namun yang aku tekankan disini, kamu harus paham terlebih dahulu gimana situasinya" 

"Situasi ? situasi yang gimana ?" ujar Udin bingung.

"Jadi gini ,Din, kamu harus paham, kecenderungan teman-temanmu dalam musyawarah tersebut akan seperti apa, istilahnya, kamu harus bisa prediksi gimana jalannya rapat tersebut"

"Loh, bukannya dengan aku udah nyiapin gitu malah itu bukan mufakat ?"

"Mufakat dan nggak mufakat sebenernya dalam suatu musawarah itu dilihat dari siapa orang-orang yang paling rasional dalam pengungkapan pendapatnya. sekarang aku tanya ke kamu, gimana seandainya orang-orang yang di dalam rapat tersebut terkena rasionalisasi yang malah kenyataannya berbeda dengan situasi yang sebenarnya terjadi di lapangan ?"

"Yaaaa menurutku...........," Udin berhenti sejenak

"Hal tersebut malah membuat permasalahan semakin nggak jelas saat pelaksanaan penyelesaiannya dan akan berjalan ke arah yang nggak bener"

"Yap! Bener!, jika kamu nggak hati-hati dengan rasionalisasi yang terlihat bener tapi ngawur, kamu dan teman-temanmu akan terjebak dalam permasalahan tersebut dan bahkan berpeluang akan menimbulkan masalah yang baru", jawab sang sosok bersemangat

"Hmm, kalau emang resikonya kayak gitu, trus apa yang bisa aku lakuin dong ? " ujar Udin

"Berpolitiklah!!" ujar sang sosok

"Berpolitik ? kok bisa aku kudu main politik ? kan politik itu kotor, liat aja itu orang-orang di kursi pemerintahan, ahh capek aku mau bahasnya, Percuma!" "ujar Udin ketus

"Eiitt, gini-gini Din, maksudku, setiap orang di dunia ini pasti akan melakukan proses politik itu. nggak percaya ? arti politik sendiri sebenernya adalah gimana cara pengaruh-mempengaruhi. contoh nih, kamu mau minta smartphone ke orang tua, tapi ortumu nggak ngebolehin karena dengan alasan nilaimu sekarang lagi anjlok, katakanlah begitu. Nah ,begitu kamu tahu alasan itu, cari akalah dirimu dengan belajar. Dengan belajar itu nilaimu naik dan kamu bakalan dapat itu smartphone. Disini, yang kamu pengaruhi adalah aspek psikologis mereka. Akhirnya ketika ortumu liat nilaimu udah baik, mereka mau nggak mau harus belikan kamu smartphone."

"Hmmm... aku jadi sedikit paham, tapi terus apa hubungannya dengan masalah yang tadi ?" ujar Udin

"Jadi, sebelum kamu mulai musyawarah, kamu emang harus bener-bener tahu kondisi real di lapangan kayak apa masalahnya. lalu selanjutnya, bisa kamu gunakan cara berpolitik itu agar pendapat mu yang berdasarkan fakta di lapangan itu  bisa kuat dan punya pendukung saat di musyawarah." jawab sang sosok santai

"lo.. lo... terus sekarang, apa bedanya dengan pendapat yang katanya rasional tapi ngawur tadi ? kan sama aja ? trus gimana cara aku nentuin mana yang bener dan mana yang salah dalam musyawarah? " Udin tiba-tiba menjadi bingung

Loh, jadi daritadi kamu nggak sadar  toh Din ?" ujar sang sosok dengan sedikit menahan tawa. "Bener dan salah itu relatif Din"

"Maksudnya ?" Udin mulai menggaruk-nggaruk kepalanya.

"Iya jadi "BENAR" yang kamu pertahankan dan kamu prinsipkan, itu belum tentu bener bagi orang lain, kebenaran itu bisa kita tentukan dengan fakta yang terjadi di lapangan ,tapi.... itu aja  setiap orang berbeda-beda dalam ngambil sudut pandang tentang fakta itu" 

"Lalu ? gimana dong caranya ngambil keputusan kalo setiap orang punya pemahaman sendiri ?"

"Ya kembali lagi, berpolitiklah" 

"Tapi kan... Arghhh !!!!" ujar Udin semakin menggaruk-nggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Tapi Kenapa, Din ?" ujar sang sosok semakin tak kuasa menahan tawanya. 

"......." 
Udin tidak menjawab namun sibuk mereka ulang setiap perkataan yang disampaikan oleh sang sosok.

Sang sosok kemudian menimpali, 

"Kamu bingung pun, itu adalah bagian dari politik aku ke kamu Din, daaannn... aku SUKSES !!" HAHAHAHAHAHAHAHA" 

Udin hanya melongo sedangkan sang sosok tertawa terpingkal-pingkal di depannya.


----


 *mohon maaf kalau ngalur ceritanya agak maksa dan gak nyambung, hehe*




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

BUMIKU TERASAPI EGOISME MASSA



jadi, ini blogpost pertama saya sejak terakhir 2013. yah, memang terlalu lama blog ini dianggurin hehe.


well, karena ini blog post pertama saya tahun 2014, maka saya buka dengan sebalut pemikiran saya, silahkan :)


---------------------------------------------------------------------------------------------------






Sepeda motor tersebut terlihat lebih gagah nan perkasa ketika disandingkan dengan sepeda berjenis bebek yang ada di sebelah kirinya. Pemiliknya asyik memberikan obat pengilap cat agar bodi motor tersebut tampak kinclong. Terlihat angka 03.19 pada bagian bawah plat nomor yang menandakan baru saja keluar dari dealer. Sambil menunggu obat pengilapnya mengering, sang pemilik kemudian menghidupkan motor lain yang ada di teras rumah tersebut. Bentuknya lebih retro dari yang lainnya. Meskipun buatan dari Italia, mesinnya masih tampak bertenaga saat dihidupkan. Sejurus kemudian ia memanggil kedua anaknya , “Ayo cepat berangkat, motornya udah ayah panasin, ntar keburu telat loh, ini udah jam 7 kurang 15 menit”. Kemudian terdengar sahutan dari kedua anaknya. Dengan langkah terburu-buru, mereka segera menaiki motor yang sudah disiapkan sang ayah. Setelah berpamitan, motor pun meninggalkan rumah dengan laju yang kencang.


--


Suasana dalam sepenggal cerita diatas rasanya sudah jamak terjadi di Indonesia. Tidak hanya di ibukota dan kota-kota besar, di desa sekalipun banyak keluarga yang memiliki lebih dari 1 kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor merupakan fasilitas yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari oleh masyarakat Indonesia. Tidak heran jumlahnya sangat banyak dan memenuhi jalan-jalan yang ada. Menurut data terakhir Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia (Korlantas Polri), selama 2012, pertambahan terbanyak adalah mobil pribadi dan sepeda motor, masing-masing 12 persen. Sepeda motor baru yang dibeli konsumen mencapai 8.551.047 unit. Sedangkan mobil pribadi baru yang dicatat kepolisian mencapai 984.314 unit.


Namun jika dibandingkan dengan pertambahan lebar dan panjang jalan raya, hal ini terlihat sangat njomplang. Acuan pertambahan tersebut dapat dilihat dari contoh jumlah pertambahan pada kota Surabaya yakni hanya 0,01 persen saja. Padahal yang dibutuhkan adalah jalan sepanjang 1250 km dengan yang tersedia saat ini hanya 1160 km. Alhasil, kemacetan di jalan menjadi-jadi dan tak menutup kemungkinan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) kendaraan semakin tinggi saat terjebak macet. Mesin kendaraan tetap hidup, membuat asap kendaraan terus mengepul keluar dan naik menuju lapisan ozon. Padahal sebagaimana diketahui, pembakaran tak sempurna pada kendaraan bermotor merupakan salah satu faktor timbulnya efek rumah kaca yang menyebabkan fenomena global warming di dunia.


Jumlah kendaraan yang sangat banyak memang menjadi masalah tersendiri saat berbicara mengenai global warming. Masyarakat menganggap dengan memiliki kendaraan lebih dari 1 akan semakin mempertegas status sosial mereka di lingkungannya. Padahal jika ditelisik, bahaya besar sedang mengintai mereka di balik sikap konsumtif tersebut.


Di lain pihak, pemerintah berupaya untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor dengan menyediakan berbagai jenis angkutan umum. Kemudahan akses menuju daerah-daerah padat menunjukan keseriusan pemerintah. Tapi hal itu tidak akan berpengaruh signifikan apabila masyarakat tidak menyadarinya. Masyarakat perlu mengubah kebiasaan mengendarai kendaraan pribadi dan sedikit demi sedikit beralih menggunakan kendaraan umum.





Banyak manfaat yang bisa diambil saat menggunakan kendaraan umum. Selain dapat mengurangi emisi gas karbon, masyarakat akan terbiasa disiplin dan menghargai waktu karena angkutan umum bukanlah milik sendiri yang bisa digunakan seenaknya namun milik bersama. Kemacetan dapat terurai dan udara semakin sehat karena berkurangnya jumlah kendaraan. Semoga perubahan gaya hidup ini mampu membuat bumi menjadi lebih baik tak hanya hari ini namun bertahun-tahun kemudian.


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Wednesday, 26 June 2013

Takdir :)





sebelum anda membaca lebih lanjut, saya beritahu saja di awal bahwa tulisan ini bertema melankolis. ingin dilanjutkan monggo, diabaikan juga terserah anda :))

saya tidak tahu apa yang terjadi pada diri saya hari ini, saya merasa marah, takut, khawatir. semua bercampur menjadi satu. hal ini bermula ketika saya mendengar bahwa ayah teman saya meninggal beberapa hari yang lalu. saya shock. memang saya tak memiliki hubungan kekerabatan dengan dia. tapi saya mengenal -meskipun tidak terlalu dalam- beliau semasa hidupnya. tentu setiap orang di dunia ini tidak ada yang mau ditinggal oleh orang yang dicinta untuk selamanya tanpa sebuah pertanda dahulu alias meninggal secara mendadak. pasti ada sebuah penyesalan yang dalam bila kita mengingat saat-saat terakhir kita bersama orang tersebut. Saya mungkin bisa merasakan penyesalan yang dialami teman saya. saya lihat saat pemakaman kemarin ia menangis tersedu-sedu seakan tak percaya ayahnya telah tiada. bayangkan mungkin sejam atau 2 jam yang lalu kita sedang bersenda gurau, dan tiba-tiba mendengar berita yang meruntuhkan akal sehat. siapa yang percaya ? atau siapa yang tidak shock ?

Takdir memang tidak ada yang tahu :) semua itu murni kekuasaan Allah SWT. saya juga tahu hal itu. mungkin yang saya takutkan dari omongan di awal tadi, saya takut kehilangan mereka sebelum saya dapat membahagiakan mereka, sebelum saya memberikan pelayanan terbaik saya sebagai anak. sebelum saya dapat memenuhi harapan-harapan indah mereka demi masa depan lebih baik anaknya. Naudzubillahmindalik... semoga saya masih sempat untuk melakukan hal tersebut.bismillahirohmanirohim :))

oiya, saya berterimakasih kepada teman saya yang telah memberikan pengertian dan menuntun saya menjauhkan diri prasangka buruk ini. tak usahlah sebut nama. saya harusnya tahu rencana Tuhan adalah yang terbaik. semoga saya diberikan rencana yang terbaik dan terindah oleh-Nya. bukan bersuudzon. tapi lebih mirip sebuah do'a permohonan. semoga...




 Manfaatkan waktu dengan orang disekitar kita, sebelum terlambat


Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, 15 June 2013

Being Stupid (smart) Loyalist



Beberapa tahun kebelakangan ini, demam K-Pop di Indonesia semakin menggila. Semua yang dibahas di setiap media social yang saya gunakan adalah hal itu. Atau paling tidak, teman-teman yang saya follow di twitter maupun di facebook secara implisit membahas itu walaupun tidak terang-terangan. Menurut saya sendiri, apa yang dilakukan mereka itu adalah hal-hal yang tak berguna.  Meskipun memang sih kesenangan orang berbeda-beda.

Namun ada tamparan keras ketika saya pernah mencoba mengejek mereka tentang kesenangan mereka. Semacam terjadi balasan dan menimbulkan kesadaran. Meskipun bukan balasan langsung dari mereka tentunya. Jadi begini, Saya adalah pecinta sepakbola. Olahraga dengan 22 pemain merebutkan 1 bola ini mampu menghipnotis diri untuk mau tak mau memikirkan, membicarakan, mendiskusikan, bahkan tak jarang membela apabila dijelek-jelekkan.  Sedikit cerita, klub bola yang sedang saya gandrungi saat ini adalah Chelsea. Klub asal inggris ini memang bukan klub legenda yang memiliki sejarah historis panjang layaknya Manchester United dengan class of "92 nya, atau Real Madrid dengan rekor juara championsnya yang mencapai 9 kali, tertinggi dari klub lainnya. Chelsea yang tanpa sejarah memukau  hanyalah klub London lainnya yang mencoba survive di persepakbolaan inggris. Sebelum sesukses sekarang, Chelsea hanya memenangi 2 piala liga inggris semenjak mereka berdiri. Jadi apa yang perlu saya dukung untuk tim yang belum punya nama seperti mereka ? mungkin hal ini bisa disamakan dengan awal mula K-Pop di Indonesia yang dulu masih kalah dengan keberadaan budaya india dengan tariannya, atau drama Taiwan dengan meteor garden yang sudah lebih dahulu melegenda.  Apa yang bisa istilahnya digemari dari K-Pop jika hanya membawa bekal konsep boyband ? itu yang saya pikirkan karena saya
penggemar music WESTLIFE.


Tamparan itu terjadi pada diri saya karena apa yang saya lakukan ternyata sama dengan mereka.  Hanya objeknya saja berbeda. Saya perlahan sadar bahwa selama ini ternyata penggemar bola, k-Pop dan lainnya sebenarnya adalah loyalis bodoh. Bukan bermaksud kasar. Tapi jika kita lihat secara fakta, saling ejek di media twitter tentang klub bola semakin menjadi-jadi.  Kami saling mengejek klub satu sama lain layaknya klub yang kami bela adalah yang paling hebat, keren dari sudut pandang kami, begitu pula dengan K-Pop. Super Junior, SHINee, 2PM, SNSD, wondergirl saling dibandingkan mana yang lebih keren, baik itu dance, olah vocal dan lainnya. Bodoh bukan ? saya juga merasakan. Tapi jika memang sudah terlanjur cinta dengan apa yang kita senangi mungkin dikatakan bodoh pun saya tak apa. Seperti pepatah mengatakan, cinta itu buta. Tak melihat siapaun, apapun untuk diserang dan menimbulkan penyakit cinta. Meskipun dalam kasus ini, bisa dikatakan cinta yang bermakna fanatik.

Hanya mungkin yang belum saya lihat atau langka jika ingin dikatakan tak ada, adalah loyalis bodoh terhadap Indonesia. Negara kita sendiri. Tanah tempat kita berpijak, minum, mencari nafkah. Yang menghidupi kita. Yang telah diperjuangkan pahlawan-pahlawan yang bahkan sampai sekarang kita tak mengenal nama mereka. Negara yang memiliki sejarah luar biasa, pernah menentang inggris (Negara asal Chelsea)  dengan politik luar negeri yang hebat bernama ganyang Malaysia. Jadi maukah ? ahh.. tak sulit kok, anggap saja Indonesia ini layaknya K-POP atau sepakbola. UUD 1945 anggap  peraturan diving, offside, handsball yang dapat kita hapal dan kita praktekan. Hukum dapat kita umpamakan leonel Messi, menakutkan apabila telah memegang bola dan memborbardir tim besar maupun kecil, tak segan dan tak pilih kasih.  Atau ekonomi Indonesia, pengangkatan kemiskinan, konflik antarsuku,  bisa kita adakan gathering layaknya meet n greet Super Junior, SNSD atau artis k-Pop lainnya, bahas kupas tuntas hingga hal-hal yang dalam layaknya kehidupan artis. Menunggu Chelsea dan K-Pop setenar dan sehebat sekarang dengan sabar saja kita sanggup, mengapa Indonesia tidak ?

Jadi, Bukankah baik menjadi loyalis bodoh ?



(gambar : repro google)




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Tuesday, 28 May 2013

Cerita di Balik Dapur TEMPO : 15 & 40 tahun





Mendengar kata TEMPO, apa yang ada di pikiran anda ? jurnalisme ? tepat. Majalah ? itu salah satu medianya. Kupas tuntas suatu masalah ? hingga ke akarnya. Independensi dan investigasi ? lebih dari itu.
TEMPO merupakan salah satu produk jurnalisme bangsa Indonesia yang masih terus eksis hingga kini.  Bermula didirikan pada 1971 oleh tiga puluh wartawan dan seniman muda yang bermodalkan semangat tinggi terhadap dunia jurnalistik, TEMPO hadir memberikan warna lain dalam dunia per-jurnalistik-an di Indonesia. Media ini sudah tentu mengalami banyak masa jatuh bangun dan pergantian kepemimpinan dari tahun ke tahun. Tetapi perubahan itu tak lantas membuat TEMPO berubah haluan terhadap prinsip mereka, yakni indepedensi, tak berkepentingan dengan siapapun kecuali  masyarakat umum, serta memberitakan kebenaran sesuai fakta tanpa bermaksud mengadu pihak manapun.
 Dalam buku berjudul “CERITA DI BALIK DAPUR TEMPO 40 tahun (1971-2011) serta 15 tahun  (1971-1986), diceritakan secara lengkap bagaimana cara mereka untuk membuat dapur pacu terus berjalan sembari tetap memegang prinsip mereka. Pengalaman para wartawan dan korespondensi TEMPO di berbagai daerah diceritakan secara mengalir dan penuh perjuangan demi menghadirkan berita yang bermutu bagi masyarakat. Pembredelan pada tahun 1994 menjadi bukti bahwa TEMPO adalah media yang tak pernah pandang bulu dalam mengupas segala masalah sampai  tuntas meskipun objek masalah itu sendiri adalah orang-orang penting di pemerintahan pada masa itu. Ciputra, B.J. habibie, bahkan Gus Dur yang notabene adalah “sahabat” dari TEMPO sendiri tak luput dari investigasi ala TEMPO.
Media TEMPO yang bervariasi, tentu memiliki cerita tersendiri bagaimana sejarah terbentuknya. Majalah TEMPO, Koran TEMPO, U-magazine, TEMPO interaktif, hanyalah segelintir produk media yang berhasil diterbitkan. Tentu masing-masing media memiliki arah pemberitaan yang berbeda. Disinilah letak peran Yusril Djalinus, Goenawan Muhamad, Toriq Hadad dan orang-orang TEMPO, mengatur agar semuanya berjalan dengan baik dan berkembang mengikuti zaman. Pengkaderan dan pendidikan usia dini tentang ilmu  jurnalistik telah diterapkan sejak dahulu oleh TEMPO agar menghasilkan wartawan yang bermutu tinggi. Tak hanya jurnalistik, TEMPO juga ikut melestarikan bahasa Indonesia yang baku, benar dan efektif dengan menerapkan standar tinggi dalam menulis berita pada pendidikan mereka. Cerita lengkap bagaimana peran ketiga orang itu dan yang lainnya, serta pendidikan ala TEMPO bisa anda temui dalam buku ini.
Buku ini sangat cocok dan pas bagi anda yang ingin mengetahui sejarah bangsa Indonesia yang sebenarnya melalui kacamata sebuah media independen. Baik dan buruk suatu sejarah  bisa anda ketahui karena TEMPO tak pernah menyebarkan prasangka, namun melengkapinya dengan fakta yang mendukung. Dan buku ini juga mengajarkan kepada calon-calon wartawan muda bagaimana menjadi seorang jurnalis yang independen, berprinsip teguh pada kebenaran dan nurani, serta tak pernah putus asa dengan keadaan. Orang-orang TEMPO  dengan senang hati membagi tips-tips tersebut serta bagaimana menjaga keeksisan mereka di masyarakat tanpa harus “menjual berita” dan  mengatur iklan –yang notabene adalah penggerak utama keuangan TEMPO-  agar tak mempengaruhi isi sebuah berita.



Akhir kata, selamat membaca !!



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, 2 May 2013

arti dari sebuah kata...


Sebuah arti kata pernah dikatakan bahwa derajat kebahagiaannya sama dengan ketika kita memadu cinta dengan pasangan bila kita dapat menjalaninya dengan baik , atau mungkin arti dari sebuah kata tersebut bahkan lebih membuat kita merasa menjadi diri kita sendiri dan derajat kenyamanan nya sama dengan orang yang sudah menikah. Ya kata yang sedang  saya bahas kali adalah "SAHABAT"



Tak usah mencari di Wikipedia, google, bing dll untuk mencari apa arti dari kata sahabat. Tak perlulah berguru kepada eyang subur untuk mencari arti kata sahabat sedangkan eyang sendiri gapernah bersahabat dengan arya wiguna dan adi bing slatem.. eh slamet. Tak perlulah kita teriak-teriak DEEE-MIII TUHAAAN versi film “300” untuk kick prajurit sewaan xerxes ke dalam sumur kecuali kita udah gaada temen sehingga perlu teriak kayak gituan. Sungguh gaperlu. Dan sungguh penting kalo kalian nge-SKIP paragraf ini ke paragraf selanjutnya :p

Kali ini saya ga akan langsung ngebahas ke inti dahulu.  Jadi sedikit intermessi lah..

Setiap manusia tentu tak akan dapat hidup sendiri. Itu udah jelas. Di buku sosiologi juga udah jelas manusia adalah makhluk social yang harus selalu memenuhi kebutuhan baik itu fisik maupun psikis. Kebutuhan fisik itu ya bisa berupa makan, minum, BAB, pipis, liatin cewek err.. pake jersey bola Chelsea  #KTBFFH #ini bukan promosi# #balik ke topik asal #GGMU #gampaar. Sedangkan kebutuhan psikis bisa berupa kasih sayang, rasa nyaman, rasa dibutuhkan, rasa cinta dan rasa extrajoss juga, mungkin.. jadi intinya antara dua kebutuhan manusia itu harus seimbang.

Begitu juga dengan hubungan pertemanan. Hubungan ini merupakan bentuk kebutuhan psikis manusia. Pertemanan untuk bisa jadi sebuah persahabatan itu sebenarnya mudah jika kita adalah orang yang supel dan gampang gaul. Tapi untuk jadi orang yang supel dan gampang gaul itu sulitnya minta ampun. Jadi beruntunglah kalian yang supel dan gampang gaul hehe..

Tapi banyak nilai plus jika kita udah punya sahabat yang bener-bener klop. Meskipun kita orangnya ga gampang gaul, tapi Kita dapat menjadi diri kita sendiri dengan sahabat kita. Becanda sampek urat ketawa putus juga boleh, nangis sampek air mata harus beli lagi di tukang gallon juga boleh. Berteman dengan teman yang klop juga bikin kita ga harus berpenampilan baik. Boleh keluar Cuma pake sempak doang. Ato yang cowok boleh kok keluar sama sahabat ceweknya pake kolor model superman diluar. Kalo mau sih.. saran aja superman kekar. Nah ente ? :p

SAHABAT DO & DON’T

Pengalaman  saya sendiri punya orang yang udah dianggep sahabat itu enak banget kalo mau cerita apa aja. ngomongin kejelekannya misalnya. Gausah lah kita ngomongin kejelekan itu di orang lain. Utarakan aja langsung di depannya, ya tentu dengan style omongan masing-masing yg sekiranya ga bikin beliau sakit hati atau tersinggung. Tapi ada beberapa orang yang kadang ngomongin dibelakang. Ya emang kita juga gabisa ngontrol orang mau ngomong gimana, tapi seenggaknya kalo kita tahu beliau ngomongin kita di blakang, kita bisa ngingetin daripada ngomongin belakang ,dosa, kan lebih enak di depannya apalagi itu ke sahabat kita sendiri, jadi lebih gampang kan ngomonginnya ?  :). Lebih cepat tahu lebih cepat kita instropeksi.
Sebagai sahabat kita juga harus paham ada do and do not yang harus kita tahu. sebagai sahabat, kita  juga ga harus tau setiap masalah yang dihadapi sahabat kita. Intinya kita tetap harus jaga privasinya. Jangan maksa untuk ceritain apa yang lagi dia rasain kalo dia emang belum siap mau cerita. Kecuali kalo ia sendiri yang mau cerita ya kita dengerin aja atau mungkin kita bisa memberikannya solusi. Pada prinsipnya jadilah orang yang selalu ada buat sahabat kita meskipun ga harus ada secara fisik, tapi seenggaknya kita selalu peduli dengan dirinya. Karena rasa dianggap dan rasa dibutuhkan itu  yang membuat orang merasa nyaman saat berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain.





SAHABATAN TAPI JARANG KETEMU ATAU LONG DISTANCE FRIENDSHIP

Ngomongin sahabat yang udah jauh maksudnya kayak LDR gitu (tapi ini sama sahabat) untuk jaga hubungan tetap klop itu ga gampang. Pasti kita semua pernah ngerasain hal ini. Kesibukan yang berbeda membuat kita jarang sekali berhubungan dengan sahabat kita. Atau mungkin jika bertemu, pertemuan itu bisa bentar banget. Kita jarang dapat kabar dari dia tapi tiba-tiba dia udah berbadan dua, atau tiba-tiba saat pulang kuliah atau kerja udah ada undangan nikahan dia di rumah. Nah loo kita jadi bingung kan harus pake batik karya Victoria secret atau playboy mansion… *PLAAAK*

Dari contoh itu aja sebenernya bisa kita minimalisasi dengan bersikap Layaknya pasangan LDR. Kita bisa sekali-kali ngehubungi sahabat kita baik itu lewat sms atau telpon.  Trust me, telpon sahabat yang udah lama ga ngomong trus cerita panjang lebar itu rasanya kayak telpon sahabat yang udah lama ga ngomong trus cerita panjang lebar. Cerita ngalor ngidul, curcol dan lainnya bisa kita omongin selama yang kita mau, sejam mah pasti ga akan kerasa deh, DEEE-MIII TUHAAAAN......................



Karena memulai sebuah komunikasi yang baik dengan siapapun lebih baik daripada membuat simulasi di dalam otak sendiri namun tanpa sebuah aksi.

PERSEPSI PERUBAHAN SAHABAT

 “dia udah berubah”.
 “dia udah punya temen baru saya kok dilupain”.
  “dia kok akrab sih sama temen barunya”
Saya yakin pasti semua orang juga pernah ngerasain hal ini termasuk saya sendiri. Kita sendiri juga kadang ngerasa cemburu tanpa sebab jelas. Jika sudah begini mungkin hanya ada satu solusi. Yaitu “rasa percaya”. Just it. Percaya aja kalo ia juga ga akan lupain kamu sebagai sahabatnya. Percaya aja kalo ia lagi cari dunia baru dan kesibukan baru buat ngembangin bakatnya mungkin. Tugas kita simple. Hanya percaya aja :) .kalo seandainya kita ga betah dengan rasa ga percaya ini, ya ngomongin aja dengan beliaunya langsung. Dengerin juga argumentasinya. Karena keterbukaan merupakan langkah awal untuk hubungan persahabatan yang lebih baik.

Mungkin cukup sampai sini aja isi tulisan kali ini, karena dikejar kuliah juga, maaf juga kalo tulisannya terkesan menggurui karena ini berdasarkan pengalaman pribadi sih hehe..


Dan pada akhirnya, persahabatan dalam menjalani hubungannya sepintas memang hampir sama dengan orang yang berpacaran. Harus ada rasa percaya dan keterbukaan. Namun yang membedakannya adalah sahabat merupakan orang yang selalu bangga dengan kelebihanmu namun juga selalu menerima dengan tangan terbuka untuk setiap kekurangan yang kamu miliki. Tak segan mengejek , agar kamu mengerti kekuranganmu, dan mengritikmu, agar kamu termotivasi untuk memperbaikinya. Berkata kejelekanmu di depanmu dan berkata prestasimu kepada orang lain.





that's the end..
BYE !
salam hidung!




Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Thursday, 28 March 2013

resensi buku : CUCU WISNUSARMAN




Penerbit pertama: PT grafindo mukti, jakarta 1993
Diterbitkan ulang oleh : Nalar, jakarta 2005
Penulis : Parakitri Tahi Simbolon
Tebal buku : 280 halaman




Cucu wisnusarman merupakan sebuah kumpulan tulisan kolom pada harian KOMPAS oleh Parakitri T. Simbolon sejak tahun 1979-1984. Tulisan beliau saat itu merupakan sebuah gaya tulisan baru dalam mengungkapkan realita kehidupan masyarakat indonesia pada masa orde baru lengkap dari permasalahan kecil sampai dengan masalah utama negara. Semua terangkum dalam monolog serta dialog antara cucu-cucu wisnusarman, kakek wisnusarman dan temannya, Laotan. 

Sebagai contoh, Terdapat suatu cerita yang mengungkapkan bahwa realita para calon sarjana yang lebih banyak mengejar sebuah gelar daripada ilmu yang di dapat dari universitas tempat mereka bernaung. Bung Parakitri sangat baik mengungkapkan bagaimana frustasinya seorang cucu perempuan Wisnusarman terhadap mental mahasiswa yang hanya menghafalkan soal-soal ujian tingkat pertama kemudian pada tingkat kedua hilang semua ilmunya, naik tingkat kedua, hafalkan soal-soal ujiannya kemudian hilang ilmu yang dipelajari nya saat naik ke tingkat ketiga dan seterusnya.Melihat fakta di masyarakat sekarang bahwa banyak lulusan sarjana yang menganggur atau bekerja tak sesuai dengan bidang yang dipelajarinya saat kuliah adalah hal yang memiriskan hati. Dengan membaca buku ini, diharapkan  dapat mengunggah hati dan pikiran para mahasiswa agar tak melulu mengejar nilai-nilai terbaik atau cepat tidaknya lulus namun sudah seberapa banyak ilmu yang mereka kuasai. 

Di ceritakan pula bagaimana watak orang Indonesia yang gemar mengkritik terutama mengkritik pendapat dan ekstrimnya kebijakan negara sebelum mereka menjalankan dan merasakan sendiri manfaat dari kebijakan itu. Dibahas pula sifat kebanyakan pemimpin indonesia yang menyelesaikan masalah hanya dengan pidato pencitraan, banyak membuat suatu peraturan yang pada akhirnya isi aturan satu sama lain saling bermakna ganda serta yang lainnya. Hal ini seperti sebuah pembalik nilai dimana sesuatu permasalahan yang bisa cepat teratasi namun dipersulit, atau masalah pelik yang diselesaikan di permukaannya saja. Semua hal ini diungkapkan oleh Parakitri tanpa menyerang langsung namun dengan sebuah cerita yang secara tidak langsung mengartikan bobroknya kebanyakan sifat para pemimpin Indonesia.

Membaca buku ini tidaklah mudah bagi sebagian orang terutama saya sendiri karena kerumitan lambang-lambang yang digunakan untuk membungkus fakta dan argumen terkadang menghasilkan persepsi berbeda di pikiran. Namun hal ini dapat dipahami karena parakitri menulis kolomnya pada masa Orde Baru dimana kebebasan pers sangat dikekang dan ancaman pembredelan media selalu mengancam apabila terlalu mengkritik pemerintah. Buku ini bagus dibaca oleh siapa saja yang peduli dengan bangsa Indonesia dan orang-orang yang berniat mengubah Indonesia  untuk menjadi lebih baik.  Sekedar tips dalam membaca buku ini, hilangkan sementara semua ilmu yang pernah dipelajari dan kosongkan pikiran kita dari persepsi baik buruknya semua hal yang dianggap tabu. Selamat membaca!



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Saturday, 23 March 2013

PEJUANG dan KELUHNYA

why ?
WHY ?

kenapa selalu membentur tembok ?
kenapa seperti labirin ?
kenapa harus terjengkal saat menatap ?
kenapa anomali batu tertetes hujan ?
kenapa begitu sulit ditembus ?
tak terlubangi,
malah terbentuk lapisan baru,
kenapa ?

sudah terlalu jauh burung bermigrasi
sudah terlalu banyak heroin rasuk pikiran
sudah terlalu dalam rasa terhadap seseorang
sudah terlalu...
terlalu...

akankah pejuang berhenti berjuang ?
pulang ke kandang dengan tangis ?
ratapi kegagalan dalam perang ?
perang yang bahkan kasat mata,
perang hati...

memang bukan batu biasa,
buklan bijih emas, bukan mutiara, bukan pula permata,
tapi berlian,
berlian yang bukan kacangan,
pancarkan keindahan dalam kalbu

pejuang telah berkali-kali jatuh terjerembab
tuk dapatkan berlian,
tak peduli tajamnya sudut-sudut berlian,
tak terhitung tangan tengadah ke atas,
tak terhitung mutiara kata terpanjatkan ke Sang Khalik

tapi,
tak dapatkah teraih ?
tak tergoyahkan kah inti berlian ?
atau terlalu naif ?

sungguh luar biasa..
sungguh terlalu dalam..
SUNGGUH,
tapi kenapa ?











Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer

Monday, 17 December 2012

Hitam Putih Dunia Kedokteran



selamat malam  kawan-kawan sekalian, yah mungkin udah lama ya gue ga ngeblog haha maklum banyak sekali kegiatan yang saya yang lakukan bukan sok sibuk atau gimana emang beberapa hari dan minggu-minggu ini gue juga disibukkan dengan banyak aktivitas. Seperti ada pelatihan jurnalis tingkat dasar di UKM ECPOSE di fakultas gue tercinta, juga ada rapat tentang even bulutangkis yang smakin intens dilakukan mengingat ga pengen dong pas nanti hari-H persiapan amburadul hehe.. dan juga ada kegiatan komting yang mentoring antara anak HMJ_manajemen dan anaknya yaitu komting. Disini gue adalah anggota komting angkatan pertama d HMJ ini jadi perlu diberikan mentoring. Tapi isi dari mentoring itu ga melulu tentang bagaimana organisasi ini ke depannya, tapi lebih bagaimana cara memilih konsentrasi yang sesuai dengan minat dan kemampuan kita, FYI aja di jurusan manajemen itu khususnya FE unej ada 4 sub jurusan yang disediakan untuk dipilih, ada manajemen operasional, manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. dan gue sama temen gue si ian-bokong semok-capung- (hehehe) kebetualan menjadi koordiantor dan partner bersama di konsentrasi operasional. Jadi secara ga langsung terus menghubungi anggota2 kita. Oke ini kayaknya terlalu panjang untuk sebuah intro ya.. tolong tampar gue biar kembali ke topik awal -_____-

Okee yang gue bahas ini agak melenceng dari dunia yang gue geluti sekarang yaitu ekonomi dan yang akan gue bahas adalah dunia kedokteran.. melenceng sekali ya kayaknya.. tapi gapapa karena semua ilmu itu haruslah kita pelajari bukan untuk kita diskriminasikan krna suatu saat akan berguna. Oke stop jadi orang gundul pemberi motivasi di me*troTV itu. oke ayo kita mulai..




 Sebenernya gue juga heran mengapa banyak orang yang pingin banget masuk dunia kedokteran ato kuliah disana? apa enaknya sih nanti jadinya? iya gue tau pasti tujuan utama mereka jadi dokter. Tapi berurusan dengan orang2 sakit yang parah, belum lagi kita juga ada kemungkinan kena bakteri atau virus yang mematikan, resikonya gede banget kan? apalagi saat kuliah.. kita berurusan dengan mayat-mayat!! gue termasuk orang yang paling takut sama yang namanya mayat, gue suka parno sendiri bayangin tiba-tiba mayatnya hidup, terus ga sengaja gue dipegang gitu, dipanggil juga, hororr bangeeet lah.. dan katanya juga disetiap fakultas kedokteran (FK) itu selalu ada arwah-arwah penasaran yang seenak udel mereka sendiri nampak2in diri gitu.. sok ngeksis banget ya mereka.

tapi di sisi lain, gue juga bertanya2 gimana sih prospek ke depan dokter itu ? yang gue tau sih dokter itu enak, gajinya gede, dapet duit cepet, periksa dikit kasih resep udah 35ribu aja paling murah. hmm mungkin hal ini ya yang bikin orang pingin banget jadi dokter. apalagi juga gue denger banyak dari temen-temen gue kalo orang tua mereka sangat menekan banget anaknya untuk jadi dokter. yang IPA khususnya. gimana-gimana pun, pasti mereka ada pikiran untuk nyuruh anak mereka masuk FK. Sebenernya gue prihatin. ini yang sekolah anaknya atau orangtuanya ? memang membahagiakan orangtua merupakan suatu kewajiban seorang anak. tapi jika membuat anak menderita ? gimana jika mereka punya suatu potensi yang tersembunyi, gambar kek atau komunikasi kek. tinggal poles sedikit tuh pasti udah bisa bersinar dengan sendirinya. tapi dengan paksaan ortunya mereka akhirnya masuk FK, padahal untuk jadi seorang dokter muda aja diperlukan sekolah minimal 5 tahun. dengan rincian sekolah paling cepet 3,5tahun buat lulus S1 kemudian masih belum sekolah keprofesian dokter minimal yah 1,5tahun. belum lagi sekarang persepsi orang ke dokter muda itu masih kurang memihak. maksudnya, mereka lebih percaya pada dokter-dokter kawakan drpda dokter-dokter muda. ya wajar sih mengingat pengalaman mereka yang udah banyak.

hmm kayaknya gue dari tadi banyak bicara sisi buruk di kedokteran yah ? muahaha bukan maksud buat ngejelek-jelekin atau bikin marah anak-anak  kedokteran, namun menurut gue realitanya emang gitu B) oke calm down duluu.. sebenernya jadi dokter itu adalah suatu misi yang sangat mulia. bayangkan beratus-ratus ribu, berjuta-juta, bermilyar-milyar, bertriliun-triliun.. (oke stop kalkulator gue masih pake sempoa) bisa mereka selamatkan. memang hidup dan mati ada di tangan tuhan. itu pasti dan mutlak. namun dengan adanya dokter, tingkat kemungkinan hidup bisa bertahan dan meningkat beberapa persen daripda dibiarin gitu aja. sudah banyak orang-ornag yang terselamatkan dengan adanya dokter. mungkin kalo pahala bisa kita itung sendiri. pahala seorang dokter mungkin ada d peringkat atas. tapi balik dari pernyataan-pernyataan di atas. kebanyakan dokter sekarang itu berorientasi dengan duit. iya uaaang brooo. mereka biasanya mau merawat orang yang sakit apabila biaya administrasi udah dipenuhi sama keluarga pasien. menurut gue ini sangat ironi. ketika suatu orang sedang berjuang untuk bertahan hidup tapi terkendala dengan sebuah kertas bernominal dan bercap bank .ITU SUNGGUH MIRIS !!!






gue juga pernah denger ada program pemerintah bagi dunia kedokteran, yaitu dokter-dokter muda disarankan untuk membuka praktek di daerah-daerah terpencil yang kekurangan tenaga medis. sebenernya tujuan dari pemerintah ini sangatlah bagus. mereka para dokter muda di didik untuk merawat orang dengan penuh keikhlasan dan ketulusan. bukan untuk sesuap materi yang bernama uang tersebut. mereka juga dilatih kesabarannya untuk mengahadapi orang-orang yang tak mengerti apa, siapa itu dokter dan bagaimana peran mereka. serta mereka juga dilatih bagaimana mengahdapi situasi-situasi genting dengan peralatan-peralatan seadanya. pemerintah juga bertujuan menempatkan dokter-dokter itu ke daerah terpencil agar orang-orang tak lagi selalu pergi ke dukun untuk berobat, tentu kredibiltas seorang dukun sangat diragukan mengingat mereka bahkan ada yang hanya lulusan SD atau SMP dan hanya berbekal nekat untuk merawat dan mengobati orang. kehadiran dokter ini tentu aja diharapkan mengubah mindset orang-orang  bahwa pergi ke dokterlah yang benar karena mereka tahu bagaimana cara mngobati yang aman. tapi balik lagi ke masalah diatas. apakah semua dokter apalagi dokter muda, mau untuk disuruh kerja sosial kayak gitu ?  sangat jarang dokter-dokter muda mau bekerja dengan upah sedikit bahkan tak dibayar sepeser pun. mereka akan lebih memilih untuk menjadi dokter swasta daripada dokter PNS karena karier yang lebih menjanjikan plus uang yang lebih gede. memang sih pemikiran itu ga bisa disalahkan. mengingat untuk masuk kuliah di dunia kedokteran aja biayanya udah gede banget. jadi cara satu-satunya biar bisa cepet balik modal ya cepet-cepet juga buka praktek dan dapet pasien banyak. tapiiii... kalau semua dokter muda kayak gini trus gimana dengan tujuan utama dari dunia kedokteran ? FYI dari temen gue anak kedokteran tapi  gamau disebut namanya.. ya memang orang nya pemalu.. jadi sebut saja namanya danes. ya betul sarahdanis nama kerennya. kata dia, tujuan utama dunia kedoteran itu ada adalah untuk mengobati seluruh orang yang membutuhkan bantuan dan pada akhirnya akan mengajarkan bagaimana cara mengobati dan merawat dengan benar. sehingga nanti jika semua orang sudah ahli, maka secara berkala dokter sama sekali tidak diperlukan.  dengan tujuan itu, sudah amat sangat jelas sekali (oke ini ga efektif EYD nya) bahwa dokter lebih memprioritaskan merawat dan memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan jasa mereka tanpa diminta sekalipun.  bukan kebalik orang-oranglah yang membutuhkan jasa dokter seperti sekarang ini. mungkin jika dokter-dokter ini banyak berpikir demikian, maka mindset orang-orang nggak akan berubah. mereka mungkin akan tetep banyak berobat ke dukun karena tau biayanya lebih murah daripada berobat ke dokter.

mungkin kalian bingung apasih yang gue omongin daritadi, kesimpulannya itu bagaimana. okeee here we goo.. ya menurut gue seorang dokter itu harus memiliki jiwa sosial yang tinggi. meskipun mereka kuliah nya di bagian eksak bukan dibagian sosial kayak ekonomi, fisip dll, mereka hendaknya memiliki prinsip. prinsip seorang dokter yang ikhlas, berkomitmen membantu yang lemah dan membutuhkan, dan tentu saja memiliki rasa empati yang besar. jadi rasanya kurang jadi seorang dokter tapi sama sekali tidak punya rasa empati ke sesamanya :) selain itu menurut gue dokter itu seharusnya bekerja dengan prinsip "kerja dengan hati" bukan kerja karena ada imbalan lebih - lebih lagi materi. gue sangat yakin jika dokter maupun profesi apapun jika di kerjakan dengan hati, ga akan ada namanya rasa ga puas, kurang atau yang lain, ngerasa paling berguna dan menganggap yang lain biasa aja. namun sebaliknya muncul rasa iklhlas dan damai karena telah membantu sesama. semoga semua dokter berpikiran seperti ini. Ya.. semoga saja..

tersenyumlah dan bekerja dengan hati



makasih udah baca pemikiran gila gue..

salam zombie !



Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO theproperty-developer